Tanggapan Tokoh Agama

    “Bisnis ARMINA sesuai Syariah”
Baru dua perusahaan jasa Umrah/Haji yang telah mendapatkan sertifikasi syariah dari Dewan Syariah Nasional, salah satunya adalah PT. Arminareka Perdana. Lalu, bagaimana Arminareka Perdana bisa mendapatkan sertifikasi syariah, Wakil Sekretaris BPH Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Kanny Hidaya Y,SE,MA, yang juga menjadi review sertifikasi syariah PT. Arminareka memberikan informasi bahwa setiap yang akan mengajukan sertifikasi harus mengajukan permohonan dulu ke Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, kemudian diundang untuk presentasi di depan Badan Pelaksana Harian (BPH). Ini adalah suatu komite di DSN yang bertugas untuk mengurusi masalah yang ada. Jika lolos pada tahap ini, maka DSN membuat tim review yang akan masuk ke perusahaan untuk melihat aspek legal dan segala macamnya. Dalam bisnis Arminareka, legalitas yang paling penting adalah sebagai penyelenggara haji/umrah. Kita lihat dokumennya, aspek manajerial, nasabah, dan aspek lain. Jika harus ada koreksi, tim akan meminta pihak pemohon melakukan perbaikan. Jika perbaikan telah dilakukan dan sesuai dengan DSN, maka pemohon akan mendapatkan sertifikasi syariah. Demikian diketahui bahwa tidak mudah untuk mendapatkan sertifikat dari Dewan Syariah MUI, mengingat banyak tahap dan hal yang musti dipertanggung jawabkan ketika sebuah perusahaan menerima sertifikat ini. dan ARMINA alhamdulillah telah mendapatkannya.
- Kanny Hidaya Y,S.E, M.A Wakil Sekretaris BPH Dewan Syariah Nasional MUI

Saat ini, calon haji reguler yang harus menunggu antrian 10-12 th. Jalan keluar seseorang agar tidak menunggu antrian terrlampau lama ibadah haji / umroh, maka program solusi arminareka perdana bisa menjadi pilihan. Apalagi program tersebut bisa membantu jamaah yang terkendala biaya bahkan gratis
- KH. Abdul Syukur, Ketua MUI Kab. Pasir -

Di buku saya menulis orang harus menabung untuk bisa berangkat, tapi kan normatif sekali. Begitu saya ketemu konsep arminareka, saya terus terang terbelangak . konsep ini siapa yang menemukan? Saya lihat ini nggak MLM. Syaratnya nggak dibatasi. Armina tidak membatasi oang untuk berkembang. Tak heran membatasi bila pak umyung bisa memiliki ribuan jamaah di dalam suatu unsur halal haram nya suatu muamalah ada 3 hal yang penting dlam fikh. Pertama, tak boleh ghoror (unsur kepenipuan). Kedua, tak boleh ada unsyur judi. Ketiga tak boleh ada unsyur riba ( bunga). Bila salah satu dari tiga ini sudah ada di muamalah, berarti haram, kalau ketiga-tiganya tidak ada, berarti tidak apa-apa
Nah lalu bagaimana jika seorang yang bonusnya habis untuk membayar utang. Ya tidak apa-apa orang sseperti ini terbilang belum mampu. Jadi tetap berlaku adil. Kalau dia sudah tidak  punya uang, maka menjadi wajib.
Jadi, dengan progam solusi, masalah ketiadaan uang akan teratasi, Saya pernah bertanya mengapa arminareka bias memberikan komisi yang besar? Ketika itulah pak juli meneragkan bahwa bonus yang diberikan merupakan dana iklan tahunan arminareka. Daripada promosi ke televise atau membayar artis, mending uangnya untuk membayar tenaga maketing-marketing ini. Karena pak juli bias menyakinkan saya, maka saya ambil paket 13 ( panti )
- Bp. Agus Arifin penulis buku best seller pendiri yayasan agus arifin -

TIDAK ADA GHOHOR, MISHIR, dan untung-untungan
Saya tertarik pada arminareka, karena konsepnya dalam rangka memberikan kemudahan (maisnhah) dan sangat adil. System ini memang mirip dengan multilevel orang lama yang menjual pasti akan mendapatkan free lebihyang menjual pasti akan mendapatkan free lebih besar disbanding orang yang baru bergabung. Karena di MLM ada level mwngandung makna khusuh, bahwa setiap level punya fasilitas khusus padalah barang yang dijual sama, tetapi keuntungan berbeda, Sementara di Armina tidak ada istilah yang beda antara yang baru bergabung dengan yang sudah lama. Sama-sama maishah, maisharoh, mudharabah, jadi wajar orang yang sudah memasarkan produk dapat free. Ini menurut saya sah dan sangat wajar
Menurut saya ini terobosan naik karena tidak ada unsure ghoror, maishir, tidak ada untungan-untungan. Adilnya jelas, karena seluruh jamaah memiliki kesempatan yang sama. Jadi umat Islam tidak usah ragu menjalankannya.
- KH Sukarna, SE MM. pimpinan pondok pesantren nurul ikhsan al mubarokah (pompes eksekutif) dosen pendidikan agama islam institute manajemen Telkom di bandung -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar